Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian
dalam arahannya mengatakan kelompok tani adalah sebagai wadah produksi karena
orientasinya adalah sebagai kelompok tani hamparan dan mendata potensi-potensi
unggulan yang terdapat di kelompok tani yang nantinya akan diprioritaskan pembinaannya.
Pembinaan tersebut dikatakan yang pertama adalah dengan memberikan pembekalan
tentang SDM teknologi budidaya yang berdaya saing serta membekali mereka
bagaimana cara menjadi nasabah bank tani. “Usaha-usaha pertanian itu banyak
tidak berkembang karena tidak ditopang oleh permodalan yang tidak kuat,”
ujarnya. Lebih lanjut dikatakan bahwa peran dari para penyuluh pertanian sangat
diperlukan dan para penyuluh pertanian sangat siap untuk melakukan pendampingan
apabila para petani membutuhkan dana dari bank.
Selain itu, Ia juga mengharapkan
kepada para penyuluh pertanian untuk dapat meningkatkan kemampuannya dengan
selalu mempelajari ilmu-ilmu pertanian
yang terbaru serta penyuluh juga diharapkan dapat menggerakan para petani untuk
mebentuk suatu group/kelompok tani sehingga para petani sama-sama dapat
berproduksi dengan menghasilkan kualitas yang sama juga. Oleh karena itu, Ia
mengajak kepada para petani agar dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin Balai
Penyuluhan Pertanian yang ada di tiap desa masing-masing sebagai pusat
informasi dan pusat gerakan perubahan bagaimana membentuk agribisnis yang
berdaya saing di masing-masing kelompok tani.
Setelah melakukan
kegiatan Peningkatan Kapasitas Petani Sebagai Pelaku Usaha Tani, Kepala Bidang
Penyuluhan Pertanian beserta dengan Timnya juga mengadakan kegiatan yang sama
pada hari yang sama di Balai Penyuluhan Desa Paratusan Kecamatan Sumbul.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar