Rabu, 20 Juli 2016

Penahbisan Pendeta dan Persemian Gedung Serba Guna J. Op. Tording Sitohan HKBP Lae Hole

           

Puncak Acara Penahbisan Pendeta HKBP yang bertajuk se-Dunia dilaksanakan pada Minggu (5/6/2016) di HKBP Resort Lae Hole oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt. Willem T.P Simarmata, MA yang dirangkaikan dengan Persemian Gedung Serba Guna J. Op. Tording Sitohang HKBP Lae Hole. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Dairi KRA. Johnny Sitohang Adinegoro, S.Sos, Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Sebastianus Tinambunan, SH, M.Pd, Ketua DPRD Sabam Sibarani, S.Sos, Asisten dan Staf Ahli Bupati Dairi, Pimpinan SKPD dan Camat Kabupaten Dairi, Ketua TP PKK Kabupaten Dairi Ny. Dumasi Sitohang br. Sianturi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Dairi Ny. Neni Tinambunan br. Sianturi, Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Mori A.P Sihombing M.Th, Praeses HKBP Distrik VI Dairi Pdt. Sunggul Sirait, Pendeta HKBP Resort Lae Hole Pdt. Elieser Bancin, S.Th, Pendeta HKBP se- Indonesia, serta para Undangan dari Gereja-Gereja se-Kabupaten Dairi.
            Rangkaian acara demi acara berlangsung dengan penuh hikmat dimana diawali dengan iring-irngan barisan prosesi yang diiringi oleh drumband serta tarian dari Panitia. Setelah itu, acara berlanjut ke peresmian Gedung Serba Guna J. Op. Tording Sitohang yang ditandai dengan Penandatanganan Prasasti oleh Ompui Ephorus HKBP dan Bupati Dairi yang juga Ketua Umum Panitia, Pembukan Selubung Plakat Gedung Serba Guna, Pelepasan Burung Merpati, Penanaman Pohon, Pengguntingan Pita oleh Ompu Boru serta Penyerahan Kunci Gedung Serba Guna.
            Bupati Dairi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ompui Ephorus HKBP mewakili Panitia serta Pemerintah Kabupaten Dairi karena telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Dairi sebagai Tuan Rumah Penahbisan Pendeta HKBP serta menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam acara tersebut.  Kepada para Pendeta yang telah ditahbiskan, Beliau mengatakan melalui Firman Tuhan yang telah disampaikan oleh Ompui menekankan agar kita menjadi orang yang bisa meluruskan, mempertahankan kebenaran saat kita dihadapkan pada keadaan yang tidak benar. “Sama-sama kita ketahui bangsa kita pada saat ini adalah bangsa yang sedang maju sejalan dengan kemajuan teknologi dan informatika serta telah dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean, maka sangat banyak tantangan yang dihadapi oleh masyarakat kita khususnya kepada para generasi muda,” ujar Beliau.
            Dengan ditahbiskannya para Pendeta, Beliau mengharapkan bahaya-bahaya dari pada kemajuan teknologi dapat di saring dengan kemampuan dan kemauan dari para Pendeta. Dalam sambutannya, Beliau memaparkan tentang 5 ciri-ciri dari pada orang yang cerdas dan percaya. Ciri orang cerdas dan percaya yang pertama adalah orang yang tidak pernah mempermasalahkan masalah, tidak pernah menimbulkan masalah akan tetapi orang yang dapat menyelesaikan masalah. “Apapun yang ditugaskan kepadamu, terimalah dengan penuh sukacita,” ungkap Beliau. Ciri yang kedua adalah tidak mengorbankan orang banyak; Ciri yang ke tiga adalah tidak melanggar aturan; Ciri yang ke empat adalah dapat mengatur waktu dengan baik; Ciri yang ke lima adalah tidak pernah merasa puas terhadap apa yang telah dicapinya.
            Sementara itu, salah satu Pendeta yang telah ditahbiskan saat diwawancarai oleh Tim SURA, Pdt. Lisda Gunawati Sirait, S.Th mengatakan kesan saat pertama sekali melakukan pelayanan, Ia mengakui sangat tidak cocok, akan tetapi karena dikuatkan oleh Kuasa Tuhan, Ia bisa menjalaninya. “Kedepan semoga para pelayan Tuhan semakin tangguh dan semakin dikuatkan oleh Tuhan,” ujarnya. Motivasinya masuk Sekolah Pendeta, Ia yang sejak mulai dari kecil sangat memimpikan menjadi seorang Pendeta mengatakan ingin menambah para pelayan Tuhan serta ingin bekerja dan berkarya di lading Tuhan.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar