Puncak
Acara Penahbisan Pendeta HKBP yang bertajuk se-Dunia dilaksanakan pada Minggu
(5/6/2016) di HKBP Resort Lae Hole oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt. Willem T.P
Simarmata, MA yang dirangkaikan dengan Persemian Gedung Serba Guna J. Op.
Tording Sitohang HKBP Lae Hole. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Dairi KRA.
Johnny Sitohang Adinegoro, S.Sos, Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Sebastianus
Tinambunan, SH, M.Pd, Ketua DPRD Sabam Sibarani, S.Sos, Asisten dan Staf Ahli
Bupati Dairi, Pimpinan SKPD dan Camat Kabupaten Dairi, Ketua TP PKK Kabupaten
Dairi Ny. Dumasi Sitohang br. Sianturi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten
Dairi Ny. Neni Tinambunan br. Sianturi, Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Mori A.P
Sihombing M.Th, Praeses HKBP Distrik VI Dairi Pdt. Sunggul Sirait, Pendeta HKBP
Resort Lae Hole Pdt. Elieser Bancin, S.Th, Pendeta HKBP se- Indonesia, serta
para Undangan dari Gereja-Gereja se-Kabupaten Dairi.

Rangkaian acara demi acara
berlangsung dengan penuh hikmat dimana diawali dengan iring-irngan barisan
prosesi yang diiringi oleh drumband serta tarian dari Panitia. Setelah itu,
acara berlanjut ke peresmian Gedung Serba Guna J. Op. Tording Sitohang yang
ditandai dengan Penandatanganan Prasasti oleh Ompui Ephorus HKBP dan Bupati
Dairi yang juga Ketua Umum Panitia, Pembukan Selubung Plakat Gedung Serba Guna,
Pelepasan Burung Merpati, Penanaman Pohon, Pengguntingan Pita oleh Ompu Boru
serta Penyerahan Kunci Gedung Serba Guna.
Bupati Dairi dalam sambutannya
menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ompui Ephorus HKBP mewakili Panitia
serta Pemerintah Kabupaten Dairi karena telah memberikan kepercayaan kepada
Kabupaten Dairi sebagai Tuan Rumah Penahbisan Pendeta HKBP serta menyampaikan
permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam acara tersebut. Kepada para Pendeta yang telah ditahbiskan,
Beliau mengatakan melalui Firman Tuhan yang telah disampaikan oleh Ompui
menekankan agar kita menjadi orang yang bisa meluruskan, mempertahankan
kebenaran saat kita dihadapkan pada keadaan yang tidak benar. “Sama-sama kita
ketahui bangsa kita pada saat ini adalah bangsa yang sedang maju sejalan dengan
kemajuan teknologi dan informatika serta telah dibukanya Masyarakat Ekonomi
Asean, maka sangat banyak tantangan yang dihadapi oleh masyarakat kita
khususnya kepada para generasi muda,” ujar Beliau.
Dengan ditahbiskannya para Pendeta,
Beliau mengharapkan bahaya-bahaya dari pada kemajuan teknologi dapat di saring
dengan kemampuan dan kemauan dari para Pendeta. Dalam sambutannya, Beliau
memaparkan tentang 5 ciri-ciri dari pada orang yang cerdas dan percaya. Ciri
orang cerdas dan percaya yang pertama adalah orang yang tidak pernah
mempermasalahkan masalah, tidak pernah menimbulkan masalah akan tetapi orang
yang dapat menyelesaikan masalah. “Apapun yang ditugaskan kepadamu, terimalah
dengan penuh sukacita,” ungkap Beliau. Ciri yang kedua adalah tidak
mengorbankan orang banyak; Ciri yang ke tiga adalah tidak melanggar aturan; Ciri
yang ke empat adalah dapat mengatur waktu dengan baik; Ciri yang ke lima adalah
tidak pernah merasa puas terhadap apa yang telah dicapinya.
Sementara itu, salah satu Pendeta
yang telah ditahbiskan saat diwawancarai oleh Tim SURA, Pdt. Lisda Gunawati Sirait,
S.Th mengatakan kesan saat pertama sekali melakukan pelayanan, Ia mengakui
sangat tidak cocok, akan tetapi karena dikuatkan oleh Kuasa Tuhan, Ia bisa
menjalaninya. “Kedepan semoga para pelayan Tuhan semakin tangguh dan semakin
dikuatkan oleh Tuhan,” ujarnya. Motivasinya masuk Sekolah Pendeta, Ia yang
sejak mulai dari kecil sangat memimpikan menjadi seorang Pendeta mengatakan
ingin menambah para pelayan Tuhan serta ingin bekerja dan berkarya di lading
Tuhan.